KlikBCA Bisnis di Ubuntu

Posted on August 27th, 2008 | by endy |

Setelah menjadi pengusaha, KlikBCA saya berganti, dari Individual menjadi Bisnis. Hmm … tentunya KlikBCA ini juga harus bisa diakses via Linux.

Untuk mengakses KlikBCA Bisnis, kita harus dial up VPN dulu. BCA menyediakan installer untuk VPN dialer versi Windows.

Google punya google, dapat link ini dan ini. Tapi keduanya ternyata tidak menyelesaikan masalah. Ada beberapa hal yang kurang jelas. Mudah-mudahan posting ini bisa menjelaskan semuanya sehingga kita semua bisa berbisnis dengan BCA menggunakan Ubuntu Linux.

Pertama, kita tetap butuh komputer Windows. Di komputer Windows ini, kita instal aplikasi KlikBCA Dialer. Tujuan utamanya adalah mendapatkan informasi koneksi VPN yang sebagian ada dalam file KlikBCA Bisnis.pcf. File ini bisa kita dapatkan di CD Installer, tapi ternyata formatnya berbeda dengan yang sudah terinstal. So, instal dulu dialernya, kemudian buka file KlikBCA Bisnis.pcf dengan text editor.

Kita butuh beberapa informasi dari file ini, yaitu:

  1. Host : Ini adalah nama komputer VPN Server
  2. GroupName

Kedua, kita butuh aplikasi kecil untuk mendekripsi field enc_GroupPwd dalam file KlikBCA Bisnis.pcf. Aplikasi tersebut bisa diunduh di sini. Kopikan ke komputer Windows yang sudah terinstal dialer, dan jalankan. Nanti kita akan ditanya Profile mana yang mau didekripsi. Pilih saja KlikBCA Bisnis.pcf. Nanti dia akan menampilkan Group Password yang sudah terdekripsi.

Selesai dengan Windows, silahkan diformat menjadi Ubuntu.

Ketiga, instal dulu VPN Client dan interface Network Managernya.

sudo apt-get install vpnc network-manager-vpnc

 

Keempat, kita konfigurasi Network Manager Applet. Network Manager Applet adalah icon kecil di taskbar atas, sebelah kanan. Berikut contohnya.


Gambar diambil dari sini.

Pilih VPN Connections – Configure VPN. Nanti akan tampil daftar jaringan VPN yang sudah ada. Karena kita belum mengkonfigurasi, tentunya ini masih kosong.

Selanjutnya, klik Add untuk menambah jaringan VPN baru. Wizardnya akan muncul.

Kita akan disajikan pilihan VPN client yang tersedia. Pilih Cisco compatible.

Masukkan data-data sesuai dengan isi file KlikBCA Bisnis.pcf.

Dalam tab pertama, isikan:

  • Gateway : Sesuai isi field Host
  • Group Name : Sesuai isi field GroupName

 

Klik tab Optional, lalu centang Override user name.

Isikan Corporate Id + User Id yang diberikan BCA pada Anda. Kedua ID digabungkan tanpa spasi dan diisikan di textfield Override user name.

Selesai konfigurasi, sekarang jika ingin connect, klik pada network manager applet : VPN Connections – KlikBCA Bisnis. Nanti akan muncul pertanyaan password dan group password.

Password diisi dengan respon dari KeyBCA APPLI 1. Group password diisi dengan hasil dekripsi Group Password. Group password boleh disimpan di keyring, karena nilainya tidak berubah-ubah. Tapi password tidak perlu disimpan, karena nilainya berubah sesuai KeyBCA APPLI 1.

Kalau semua nilai yang diisikan benar, maka setelah menunggu sepeminuman teh, Anda akan segera terhubung ke VPN BCA. Ini ditandai dengan adanya tanda gembok pada network manager applet.

Untuk menyudahi koneksi VPN, bila Anda sudah selesai menggunakan KlikBCA Bisnis, klik lagi network manager applet : VPN Connections – Disconnect VPN.

Beberapa linux user belum merasa macho kalau tidak mengedit text file. No problem, jika ingin connect via command line, begini caranya.

Buat file /etc/vpnc/default.conf. Isinya sebagai berikut:

IPSec gateway <masukkan isi field Host>
IPSec ID <masukkan isi field GroupName>
IPSec secret <masukkan hasil dekripsi Group Password>
Xauth username <masukkan CorporateID digabung dengan UserID>

 

Selesai konfigurasi. Sekarang dial dengan cara menjalankan:

sudo vpnc-connect

 
Nanti dia akan minta password. Masukkan respon APPLI 1 KeyBCA.

Untuk mengakhiri koneksi VPN, jalankan:

sudo vpnc-disconnect

 
Selamat mencoba.

  1. 18 Responses to “KlikBCA Bisnis di Ubuntu”

  2. By kholis on Aug 28, 2008 | Reply

    Beberapa linux user belum merasa macho kalau tidak mengedit text file.

    huahaha…ada2 saja.. :D

  3. By Fisik & Mental on Sep 3, 2008 | Reply

    thanks yah saya akan coba mudah2an berhasil

  4. By kebo on Sep 24, 2008 | Reply

    Katanya pengusaha, kok masih sempet ngotak-ngatik linux? Pengusaha mah waktunya mahal… buat ngotak-ngatik klikBCA biar jalan di Linux aja udah abis 2 jam tuh. Pengusaha beneran sih ngga bakal mau rugi 2 jam… pengusaha beneran langsung ambil windows, beres.

  5. By endy on Sep 25, 2008 | Reply

    Emangnya pengusaha gak boleh pakai linux? Di tangan yang tepat, pakai Linux jauh lebih produktif daripada pakai Windows.

    Lebih baik investasi beberapa jam menjalankan KlikBCA di Linux daripada beli lisensi Windows, dan menghabiskan ratusan jam berikutnya ngurusi virus.

    :D

  6. By kebo on Oct 17, 2008 | Reply

    Ratusan jam? Wah kasian banget yah. Kalo saya sih ngurusin virus di Windows cuma butuh 5 menit. Download Avira, install, beres. Ngga pernah jebol sampe sekarang. Install SP3 pun berjalan mulus, ngga sampe 2 jam.

    Ratusan jam ngurusin Windows Update? Ubuntu juga perlu diupdate. Yang seimbang dong perbandingannya.

    Yang membuat Linux ngga produktif di kalangan bisnis adalah kompatibilitas. Bayangin kalo client ngirim file doc atau excel. Jangan bilang “OOo juga bisa buka doc atau excel”. HAHAHA. Coba aja sendiri dalam dunia nyata, jangan dalam dunia simulasi atau akademis. Paling hasilnya Anda mendapati tampilan ajaib di layar Anda. Akhirnya gimana? Mo komplain ke client, jangan kirim dokumen dengan format doc? Suruh client kirim lagi dokumen dlm format PDF? Bisa disambit piring kau sama client.

    Ini belon termasuk performa notebook yang turun gara2 Linux. Kipas notebook gw muter terus klo pake Ubuntu. Selain berisik, juga membuat batere cepat habis. Wah masih banyak lagi deh kerugian kalo pake Linux di kalangan bisnis. Liat http://linux2.arinet.org/index.php?option=com_content&task=view&id=154&Itemid=1 . Ngeset LCD Projector aja udah abis waktu 2 jam. Bayangin kalo Anda seorang pengusaha (katanya), mo presentasi ke client dan harus ngotak-ngatik 2 jam gara2 projector client ngga dikenal sama Linux? Hancurlah tender yang Anda incar-2.

    Singkatnya, pengusaha sejati saat ini hanya cocok pakai Windows. Liat realita, jangan liat mental bangsa Indonesia yang pemimpi.

  7. By Endy Muhardin on Oct 19, 2008 | Reply

    Mau pakai Linux atau Windows itu pilihan masing-masing. Kalo situ mau pakai Windows ya terserah saja … saya tidak melarang kok :D

    Linux works for me and my company. Period.

  8. By UnKicked A(E)ndy on Oct 20, 2008 | Reply

    Yaacchh..namanya juga kebo, kadang bego kadang ga (tp banyak begonya). Kalo ga dipecut ya ga mo jalan.

    BISA TUH KARENA BIASA, Bo. ga perlu memperdebatkan pake Penguin, Jendela, Topi Miring, Banteng, Sapi, Kucing, Pindang apalagi Kebo…

    kalo Pak Endy lebih optimal, dan mampu pake Penguin trus kebo mo apa? Kalo mo tetep mo berkeras dengan Jendelamu bukan disini tempatnya Bo…di PC mu sendiri aja. Ngapain juga menghubungkan Penguin dan Jendela dengan mental bangsa..Hmm sepertinya kebo emang ga punya impian dan ga berani bermimpi. Kesuksesan cita2 awalnya dari impian bo

    Dah deh bo..jadi pegawai tetap aja (lama2 juga tetap pegawai)..perhatikan Jendelamu dengan virus2nya supaya cepet mengatasinya (katanya).

    Maju terus Pak Endy, tetap dengan impian2 anda…UnKicked A(E)ndy

  9. By Kebo on Oct 20, 2008 | Reply

    @ Endy: memang ngga dilarang… memangnya Anda Presiden, bisa melarang orang pake Windows :) Yang saya mo kasih tau adalah, Linux belon siap untuk masuk desktop di bisnis. Apalagi di Indonesia. Rasanya, masih bisa dibilang mustahil jika ada seseorang yang mengaku “pengusaha” menggunakan komputer yang 100% fully Linux. Minimal pasti dual boot. Singkat kata, jangan terbutakan oleh idealisme. Lisensi Windows itu ngga seberapa harganya (sebagai pengusaha) dibanding keuntungan yg didapatkan.

    @unkicked: wkkkkkkkk. Sebaiknya lu ngaca dulu sebelon bilang orang laen bego. Jelas2 tulisan gw kliatan bhw gw pengusaha. Nah elo sendiri ngapain? Mang lokasi lu dimana sih? Di Jakarta?Di Cibinong ya? Atau di Tangerang? Status lo apa? pekerja kontrak? Atau buruh tani? ROTFL MAO wkkkkkkkkkkkkkkkk

    Sayang Endy ngga naro skript position locator di blognya, jadi lu ngga bisa tau lokasi gw. Teliti dulu sebelon lo ngomong gede. Karena yang bakalan malu elo sendiri. Kalo elo ngelamar kerja di perusahaan gw, pasti udah kedepak duluan karena elo suka ngomong gede :)

  10. By iyas on Dec 10, 2008 | Reply

    Thanks ya…. tutorial ini sangat membantu sekali. Saya punya harapan besar dengan linux, walaupun saya akui masih ada kelemahan, tapi nggak seperti yang di komentarin sama kebo.. My company has been 100% linux… bahkan software accounting dan payroll sudah di server linux.. :) hebat nggak……? :) komen kamu masih dangkal mengenai linux di dunia bisnis. Kalau di bandingkan entertainment di windows baru saya akui the “best” nya deh. Masih banyak game yang ketinggalan jaman di linux.

    Gitu lho…. Hidup linux

  11. By edie on Apr 15, 2009 | Reply

    thx atas tutorialnya … sy sudah coba sesuai petunjukn n sudah bisa connect ke vpnc klik bca … akan tetapi saat saya buka browser pake firefox http://www.klikbca.com tidak dapat tampil (proses terus nggak keluar isi webnya) … mohon batuannya thx

  12. By edie kurniadi on May 22, 2009 | Reply

    untuk lebih mudahnya jalankan firefox n ketikkan vpn.tarumanagara.com semoga membantu

  13. By randuâ„¢ on May 22, 2009 | Reply

    @kebo
    walah pengusaha yang aneh
    sempet2nya mantengin dan komentarin blog orang
    wkwkwkwkwkwk
    katanya waktu 1 atau 2 jam sangat berharga
    katanya pengusaha sibuk?
    =))
    udah gitu ga berani nongolin identitas asli lagi :)
    dari situ udah keliatan kalo situ ndak punya rasa tanggung jawab atas perkataan situ sendiri
    ;)

    @om Endy
    smangat om! :)
    walaupun ane udah ga maenan java lagi (pindah ke .NET)
    tapi semangat Open Source tetap ada ;)
    ane lagi iseng2 maenan iPhone Apps nih
    sapa tau om Endy mau ngasi tutorial?
    :D

    Salam
    Randu Aditara
    Pulsar Rider Society #070

  14. By id on May 29, 2009 | Reply

    @ endi : thanks atas tutorialnya

    @ kebo : mo bicara kompatibilitas? emangnya doc bikinan Office 2007 bisa dibuka di Office 97 kalo engak di “save as”? emangnya doc bikinan Office 2004 mac bisa dibuka di Office XP kalo engak di “save as”? itu sama2 barang bikinan MS lho.

    Dan saya bukan pengusaha, tapi karyawan. Di kantor saya memakai 20+ unit Mac sejak tahun 1994. No major compatibility problem. Dan itu sejak Mac OS8.

  15. By kebo on Jun 16, 2009 | Reply

    @id: loh sapa yang nyuruh elo pake Opis 97? Lo coba buka doc opis 97 di 2007, jelas kebuka lahhhhh. makanya investasi dikit di tools (office), niscaya elo kagak bakal punya masalah kompatibilitas.

  16. By kebo on Jun 16, 2009 | Reply

    @rancuk eh randu: Lah elo sendiri ngapain disini? Elo ngga ngasih komentar / argumen, yg penting ikut komentar asal cuap2. Mental lo bener2 persis dengan mental orang Indonesia yang asbun.

  17. By Herman on Feb 4, 2010 | Reply

    lihat page ini karena masalah akses klikbca di linux. dan lihat-lihat sangat membantu saya. thanks. ini untuk girl friend saya yang kebetulan beli notebook yang cuma dikasih linux. tapi orang pada ribut masalah windows & linux. harap kalian jangan berdebat dengan melecehkan apa yang tidak disukai dan memuja apa yang disukai. jika mau bangga dengan apa yang kamu punya, maka ciptakanlah sesuatu dari kemampuanmu.

    dan tolong catat ya untuk semua: buat saya, saya tidak peduli apa OS kamu, juga saya tidak tertarik untuk tahu pengusaha pakai apa, pegawai pakai apa dan government pakai apa. kita hanya butuh satu untuk computer. komunikation lancar.

    salam semua.

  18. By asfin achfani nu on Mar 9, 2010 | Reply

    thank you mas. udah aku coba di ubuntu 9.10. memang agak sedikit beda tampilannya tapi tidak terlalu jauh kok. dan sudah sukses.

    akhirnya klikbca bisa jalan di komputer kantorku.
    karena di kantor, cuman aku doank yang pake linux. he..he.. IT nya aja ngga pake. jadi segala problem musti solve sendiri.

    tinggal 1 yg masih pusing. ngeprint ke printserver dlink dp-300. masih ngga konek. but anyway.. thank

  19. By Endy Muhardin on Mar 10, 2010 | Reply

    Iya, screenshotnya harus diupdate lagi. Tapi belum sempat. Nanti aja deh tunggu 10.04 :D

Post a Comment