<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Katak dalam tempurung</title>
	<atom:link href="http://endy.artivisi.com/blog/life/katak-dalam-tempurung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://endy.artivisi.com/blog/life/katak-dalam-tempurung/</link>
	<description>life, learn, contribute</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 14:59:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Aa Gin</title>
		<link>http://endy.artivisi.com/blog/life/katak-dalam-tempurung/comment-page-1/#comment-10213</link>
		<dc:creator>Aa Gin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 06:04:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://endy.artivisi.com/blog/life/katak-dalam-tempurung/#comment-10213</guid>
		<description>&lt;p&gt;Sbg pemula yg otodidak saya berusaha ikut standar mas Endy :D   &amp;  Kebetulan bbrp point wawancara itu ada udah yg bisa dikuasai.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sbg pemula yg otodidak saya berusaha ikut standar mas Endy <img src='http://endy.artivisi.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />    &amp;  Kebetulan bbrp point wawancara itu ada udah yg bisa dikuasai.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alien</title>
		<link>http://endy.artivisi.com/blog/life/katak-dalam-tempurung/comment-page-1/#comment-9601</link>
		<dc:creator>alien</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 13:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://endy.artivisi.com/blog/life/katak-dalam-tempurung/#comment-9601</guid>
		<description>&lt;p&gt;ada satu kesenjangan antara luar negeri dan dalam negeri yg patut juga dipertimbangkan menjadi tolak ukur kemajuan mereka. Yang paling kentara nih adalah budaya menulis buku dari para dosen dan pakar ITnya. di luar negeri sana setiap pakar IT maupun dosen seakan-akan mempunyai kewajiban moral untuk selalu menulis buku tentang hal-hal terbaru, khusunya dunia IT. sehingga transfer ilmu antara senior dan junior menjadi 2x atau bahkan 4x lebih cepat. Kemudian hal kedua yg patut di perhatikan adalah dari segi kualitas isi bukunya sendiri. kebanyakan buku2 IT Indonesia yang beredar dipasar, dari segi isi kalah jauh kualitasnya dibandingkan dengan buku2 luar negeri (walupun ada juga beberapa yang bagus tapi itu masih kurang). Entah ini karena apa??? Lha kita? boro-boro nulis buku, wong para dosen dan pakar ITnya pada sibuk ngerjain proyeknya masing2. mbok ya klo bisa diluangkan waktu buat nulis buku2 yang berkenaan dengan keilmuan ITnya. klo soal artikel mungkin sudah banyak kita lihat para pakar menulisnya di internet. Untuk itu terima kasih. Tapi tunggu dulu, kebanyakan dari artikel itu hanya mngupas sebagian saja. Tidak dimulai dari dasarnya. Jadi bagi kami para mahasiswa yg bodo dan belum tau apa2 jadi kebingungan gak tau harus mulai dari mana belajarnya. Gak semua mahasiswa kita mampu berbahasa inggris dengan baik (saya tau belajar bahasa inggris itu wajib hukumnya). tapi kita juga harus memperhitungkan teman2 kita yg memiliki semangat untuk belajar tapi mungkin dari sisi intelektualnya kurang. Apa lagi jika bukunya pke nahasa asing, akan tambah sulit lagi bagi mereka untuk mengerti. Kasihan kan dengan mereka. Ingat yang dibutuhkan untuk kamujuan adalah pemahan terhadap permasalahan, bukan gengsi bahasa asingnya. Teman saya pernah mengatakan klo dijepang, setiap buku asing yg masuk harus diterjemahkan terlebih dahulu dalam bahasa jepang. Itu sebebnya sebagian besar penduduk jepang tidak dapat berbahasa inggris, tapi kelebihannya mereka jadi lebih mudah memahami isi buku itu. Itu sebabnya mereka jadi maju. dan pada akhirnya bahasa merekalah yg justru kini dipelajari oleh dunia dikarenakan kemajuan negara mereka. Jadi mungkin masukan saya adalah, tolong usahakan bagi para pakar IT maupun dosen untuk memperbanyak menulis buku dengan kualitas isi yg mumpuni agar transfer ilmu kepada anak2 bangsa menjadi lebih baik lagi. dan pada akhirnya berakibat  pada kemajuan indonesia kita tercinta ini. Mungkin juga akan membuat bahasa indonesia kita dipelajari oleh dunia. Amin... :)&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada satu kesenjangan antara luar negeri dan dalam negeri yg patut juga dipertimbangkan menjadi tolak ukur kemajuan mereka. Yang paling kentara nih adalah budaya menulis buku dari para dosen dan pakar ITnya. di luar negeri sana setiap pakar IT maupun dosen seakan-akan mempunyai kewajiban moral untuk selalu menulis buku tentang hal-hal terbaru, khusunya dunia IT. sehingga transfer ilmu antara senior dan junior menjadi 2x atau bahkan 4x lebih cepat. Kemudian hal kedua yg patut di perhatikan adalah dari segi kualitas isi bukunya sendiri. kebanyakan buku2 IT Indonesia yang beredar dipasar, dari segi isi kalah jauh kualitasnya dibandingkan dengan buku2 luar negeri (walupun ada juga beberapa yang bagus tapi itu masih kurang). Entah ini karena apa??? Lha kita? boro-boro nulis buku, wong para dosen dan pakar ITnya pada sibuk ngerjain proyeknya masing2. mbok ya klo bisa diluangkan waktu buat nulis buku2 yang berkenaan dengan keilmuan ITnya. klo soal artikel mungkin sudah banyak kita lihat para pakar menulisnya di internet. Untuk itu terima kasih. Tapi tunggu dulu, kebanyakan dari artikel itu hanya mngupas sebagian saja. Tidak dimulai dari dasarnya. Jadi bagi kami para mahasiswa yg bodo dan belum tau apa2 jadi kebingungan gak tau harus mulai dari mana belajarnya. Gak semua mahasiswa kita mampu berbahasa inggris dengan baik (saya tau belajar bahasa inggris itu wajib hukumnya). tapi kita juga harus memperhitungkan teman2 kita yg memiliki semangat untuk belajar tapi mungkin dari sisi intelektualnya kurang. Apa lagi jika bukunya pke nahasa asing, akan tambah sulit lagi bagi mereka untuk mengerti. Kasihan kan dengan mereka. Ingat yang dibutuhkan untuk kamujuan adalah pemahan terhadap permasalahan, bukan gengsi bahasa asingnya. Teman saya pernah mengatakan klo dijepang, setiap buku asing yg masuk harus diterjemahkan terlebih dahulu dalam bahasa jepang. Itu sebebnya sebagian besar penduduk jepang tidak dapat berbahasa inggris, tapi kelebihannya mereka jadi lebih mudah memahami isi buku itu. Itu sebabnya mereka jadi maju. dan pada akhirnya bahasa merekalah yg justru kini dipelajari oleh dunia dikarenakan kemajuan negara mereka. Jadi mungkin masukan saya adalah, tolong usahakan bagi para pakar IT maupun dosen untuk memperbanyak menulis buku dengan kualitas isi yg mumpuni agar transfer ilmu kepada anak2 bangsa menjadi lebih baik lagi. dan pada akhirnya berakibat  pada kemajuan indonesia kita tercinta ini. Mungkin juga akan membuat bahasa indonesia kita dipelajari oleh dunia. Amin&#8230; <img src='http://endy.artivisi.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mardies</title>
		<link>http://endy.artivisi.com/blog/life/katak-dalam-tempurung/comment-page-1/#comment-9386</link>
		<dc:creator>Mardies</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 16:02:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://endy.artivisi.com/blog/life/katak-dalam-tempurung/#comment-9386</guid>
		<description>&lt;p&gt;Bos, SNAPnya dimatiin, donk! ngganggu banget. thx&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bos, SNAPnya dimatiin, donk! ngganggu banget. thx</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ghochi</title>
		<link>http://endy.artivisi.com/blog/life/katak-dalam-tempurung/comment-page-1/#comment-2751</link>
		<dc:creator>ghochi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Dec 2006 05:45:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://endy.artivisi.com/blog/life/katak-dalam-tempurung/#comment-2751</guid>
		<description>&lt;p&gt;Ehmm.. bagus sekali ... aku udah banyak wawasan ttg posisi S1 dan D3 dari seorang IT&#039;ers&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ehmm.. bagus sekali &#8230; aku udah banyak wawasan ttg posisi S1 dan D3 dari seorang IT&#8217;ers</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: phie2t</title>
		<link>http://endy.artivisi.com/blog/life/katak-dalam-tempurung/comment-page-1/#comment-562</link>
		<dc:creator>phie2t</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Oct 2006 02:52:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://endy.artivisi.com/blog/life/katak-dalam-tempurung/#comment-562</guid>
		<description>&lt;p&gt;jadi malu neh :&quot;&gt;&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jadi malu neh :&#8221;&gt;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anday</title>
		<link>http://endy.artivisi.com/blog/life/katak-dalam-tempurung/comment-page-1/#comment-221</link>
		<dc:creator>anday</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Apr 2006 10:19:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://endy.artivisi.com/blog/life/katak-dalam-tempurung/#comment-221</guid>
		<description>Just Do it! Bebas aja sih kalo mau comment ... lah standar kelulusan anak sekolah aja masih diperdebatkan kelayakannya padahal resmi loh, apalagi yang versi sendiri ... peace !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Just Do it! Bebas aja sih kalo mau comment &#8230; lah standar kelulusan anak sekolah aja masih diperdebatkan kelayakannya padahal resmi loh, apalagi yang versi sendiri &#8230; peace !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arie</title>
		<link>http://endy.artivisi.com/blog/life/katak-dalam-tempurung/comment-page-1/#comment-220</link>
		<dc:creator>Arie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Apr 2006 09:48:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://endy.artivisi.com/blog/life/katak-dalam-tempurung/#comment-220</guid>
		<description>Hey, I must say : I like this post :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hey, I must say : I like this post <img src='http://endy.artivisi.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
