Pengetahuan wajib buat programmer
Posted on March 20th, 2006 | by Endy Muhardin |Setelah beberapa kali mewawancara calon programmer baru, saya menemukan bahwa cukup banyak dari kandidat pelamar kerja, baik fresh graduate maupun yang (ngakunya) experienced masih belum memahami beberapa pengetahuan dasar.
Entah apa sebabnya. Beberapa kemungkinan bisa saya perkirakan, sebagai berikut:
- Tidak diajarkan di kuliah
- Diajarkan, tapi mahasiswa bersangkutan lebih banyak dugem daripada kuliah
- Diajarkan dan pernah mengerti, tapi karena jarang digunakan jadi lupa
Apapun masalahnya, yang jelas kenyataan ini sangat memprihatinkan. Indonesia tidak akan maju jika bibit tenaga kerjanya mudah merasa cukup.
Secara pribadi, saya punya standar sendiri dalam melakukan seleksi. Jadi buat yang mau melamar kerja, silahkan berlatih. Siapa tahu Anda berhadapan dengan saya di meja wawancara
Berikut menu wajib programmer:
- Konsep dasar sistem operasi.
- Konsep dasar jaringan.
- Konsep dasar relational database.
- Karena sekarang jaman internet, maka wajib memahami protokol HTTP, FTP, POP3, SMTP, SSH.
- Karena sekarang jaman globalisasi, maka wajib memahami Unicode.
- Lebih dari satu bahasa pemrograman.
- Cara menggunakan Version Control.
Berikut pertimbangannya.
Kebanyakan dari programmer Indonesia biasanya membuat aplikasi di atas sistem operasi, sehingga banyak yang berpendapat bahwa tidak perlu memahami cara kerja sistem operasi. Pendapat ini boleh saja, kalau Anda adalah staf akunting yang kebetulan dipaksa bos untuk membuat aplikasi general ledger. Untuk programmer profesional, pemahaman ini akan membuat Anda lebih siap untuk membuat aplikasi server yang biasanya multithreaded dan harus efisien digunakan dalam waktu yang lama.
Pemahaman mendalam di salah satu sistem operasi juga merupakan nilai tambah yang signifikan. Dengan mengetahui struktur internal sistem operasi (misalnya Linux), kita dapat mengetahui berbagai pertimbangan dalam merancang aplikasi besar yang terus berkembang.
Saat ini, kalau kita harus membuat aplikasi, besar kemungkinannya aplikasi kita tidak berjalan sendiri. Aplikasi tersebut pasti harus berhubungan dengan internet, melayani banyak pengguna, atau berhubungan dengan perangkat lain seperti handphone atau PDA. Untuk itu, pemahaman atas konsep jaringan sangat penting.
Tes sederhana untuk menguji pemahaman Anda. Coba jelaskan proses yang terjadi mulai dari Anda mengetik http://endy.artivisi.com di browser Anda, sampai halaman ini terbentang di depan mata Anda. Dengan mendengarkan jawaban Anda, saya akan tahu kualitas Anda. Jawaban yang saya harapkan mengandung istilah name-resolve, http-request, virtual directory, query database, HTML response, dan CSS. Kalau Anda menyebutkan (apalagi menjelaskan) tentang routing, gateway, proxy, port 80, saya akan lebih senang lagi.
Tentang relational database. Saya tahu ini pasti pernah diajarkan di kuliah. Jadi lulusan informatika dan sejenisnya jangan bilang belum diajarkan. Yang saya maksud bukan sekedar sintaks SQL. Sintaks itu gampang, bisa dicari dengan mudah di internet. Yang saya inginkan adalah penjelasan tentang Boyce-Codd Normal Form, lengkap dengan contoh kasusnya, di luar kepala. Kalau sudah bisa menjelaskan ini, inner join, subquery, union, itu perkara sepele.
Protokol HTTP sekarang adalah protokol yang paling banyak digunakan di internet. Jangan salah, ini bukan tentang sintaks HTML atau CSS. Jadi apa? Begini, coba tampilkan halaman website ini dengan menggunakan telnet. Benar, bukan browser, tapi telnet.
Kalau sudah bisa browsing dengan telnet, sekarang coba untuk baca email via telnet. Menggunakan protokol POP3 atau IMAP tentunya. Punya account Gmail kan? Hare gene gak punya? Ya bagus, kalo punya coba aktifkan fitur POP3nya, setelah itu buka dengan telnet.
Unicode itu penting supaya aplikasi kita tetap bisa diinstal di komputer orang Jepang atau Korea, atau komputer berbahasa Sansekerta.
Pemahaman lebih dari satu bahasa itu penting agar wawasan kita terbuka. Bahwa tidak ada bahasa yang one-fit-all, bahwa ada cara berpikir yang berbeda dalam tiap bahasa, bahwa komunitas tiap bahasa berbeda budayanya. Semua ini akan berkontribusi dalam pendewasaan kita dalam berdiskusi dan menanggapi perbedaan (terutama pendapat).
Satu lagi, trend bahasa pemrograman adalah, tiap sepuluh tahun, market leader berganti. Dulu COBOL, kemudian C++, sekarang Java. Jadi, kemampuan belajar bahasa baru sangat penting. Bukan cuma bahasanya yang penting, tapi kemampuan belajarnya yang lebih penting.
Di tempat saya bekerja, penggunaan version control adalah wajib. Ini standar (de facto) internasional. Kalau kita punya project opensource, baik di Sourceforge, Apache, Codehaus, dan semua hosting project opensource, pasti kita akan diberikan version control. Silahkan download dan coba gunakan CVS atau Subversion.
Ok, itu standar minimal saya. Menurut Anda terlalu sulit? Hmm .. kalau begitu dunia IT menjadi programmer nampaknya kurang cocok buat Anda. Silahkan coba karir lainnya, misalnya notaris atau sopir busway ![]()
51 Responses to “Pengetahuan wajib buat programmer”
By violet general on Mar 24, 2006 | Reply
lah, emangnye dunia IT cuman “programmer” doank..
By abud on Mar 28, 2006 | Reply
emmm, kalo bisa 4 dari 7, berarti cuman 50%-60% doank???
By Zidni on Apr 5, 2006 | Reply
Dari tulisan tentang interviewnya, kayaknya keliatan banget deh backgroundnya mas endy ini apa :D.
Sebenernya kalo untuk jadi programmer di saat sekarang sepertinya tidak sekompleks itu deh mas, soalnya tugas itu sudah di bagi ke software architect dan insiyur network :D, soalnya kalo mengacu ke definisi Programmernya SUN menurut sertifikasinya, sepertinya speknya ndak seperti itu.
~salam
By endymuhardin on Apr 5, 2006 | Reply
hmm .. memangnya menurut mas Zidni, background saya apa? Informatika atau Teknik Komputer? Salah….
Saya kuliah Teknik Industri. Di kuliah tidak diajarkan pemrograman sama sekali kecuali praktikum boongan tentang Dasar Komputer.
Saya belajar pemrograman baru setelah lulus kuliah.
Tulisan saya di atas adalah berdasarkan pengalaman pribadi selama ini. Bahwasanya untuk menyelesaikan masalah yang terjadi pada aplikasi (baik pada saat coding, implementasi, ataupun garansi) sangat dibutuhkan kemampuan ‘lain-lain’ tersebut.
Berapa banyak aplikasi yang lancar di Windows jalan lemot di Linux, dan sebaliknya, yang ternyata disebabkan karena perbedaan algoritma threading.
Contoh kasus sepele lainnya, saya pernah disuruh memeriksa aplikasi yang jalan lemot di production, padahal di komputer programmer ok-ok saja. Ternyata sebabnya adalah program tersebut menjalankan beberapa proses yang saling komunikasi via socket.
Run just fine di komputer programmer karena dia tidak instal antivirus.
Pada waktu dijalankan di production, 1000x lebih lambat, karena ada XxxAntivirus yang periksa setiap paket yang berlalu lintas.
Poin yang ingin saya sampaikan adalah, untuk menjadi programmer professional bernilai jual tinggi, kita harus mengakumulasi semua skill di atas.
By adityoananta on Apr 11, 2006 | Reply
kalau cuma ingin jadi sekedar programmer, si Zidni mungkin benar
tapi ya itu dia, selamanya jadi kuli
kalau mau maju memang harus punya bermacam skill
By arvin on Apr 13, 2006 | Reply
menurut saya untuk menjadi programmer memang di butuhkan hal2 yang disebutkan diatas, agar kita memiliki daya jual yang tinggi, tapi ga bakalan ada orang yang baru lulus kuliah terus langsung bisa macem-macem(hal2 yang diatas). seengganya punya dasar doang. kalo mau bisa 7 hal diatas kita harus punya pengalaman kerja minimal 3 taon… karna Pak Endy pun bisa karna bukan didapat di kuliah, tapi karna pengalaman right…??
By christine on Apr 20, 2006 | Reply
wah salud d buat pak Endi. *two thumbs up*
saran n nasehat nya bagus banget. terutama buat aku. meskipun uda lulus ne (fresgraduate). tapi ga ada salah nya kita terus belajar n nambah pengalamanan kita.
aku minta saran2 nya terus ya buat ‘newbie programmer’ ini.
-thanx-
By mbu on Apr 20, 2006 | Reply
wahh.. jadi tertantang nih pak.. bodo amat klo ada yang bilang kriteria ini terlaly tinggi.. yang jelas jadi programmer (junior?) tetap perlu target dan pak endy sudah memberikan gambaran apa2 yang perlu kita tau..
By Teguh R on Apr 26, 2006 | Reply
Menarik ..
pak Endy mungkin lupa, institusi pendidikan sekarang bersifat mass-production, kalau rata-rata defect-nya masih bisa diterima konsumen (pasar tenaga kerja, khususnya IT), maka kecepatan time-to-market (lulus) lebih penting, penting bagi mahasiswa (biar gak bayar lebih banyak lagi, terutama swasta..) penting bagi perguruan tinggi itu sendiri karena berarti pemasukan lancar.
Saya mengalami hal yang sama koq, persis mungkin. Cuma beberapa orang yang saja yang saya interview yang bener-bener “mateng di pohon”, gak perlu di karbit lagi, itupun almamaternya tertentu saja..
Masa ada lulusan IT yang gak paham PBO? Saya pikir itu kuliah wajib.
Tapi dari dialog dengan orang-orang akademisi IT memang dari kurikulumnya seperti itu. Mungkin itu sebabnya Binus bikin training center sendiri sebagai tambahan buat mahasiswanya (plus “tambahan” buat binusnya) ..
Sayapun lulusan teknik industri, cuma hobby bertukang..
By Martin on Apr 29, 2006 | Reply
Fyuh…..


Gila banget syaratnya, padahal dah mau lulus neh
iks masih sedikit yang saya kuasain :((.
Makasih pak Endy buat syaratnya ini, jadi semangat learn again
By joko on Jul 17, 2006 | Reply
buanyak juga ya
By panji on Oct 31, 2006 | Reply
itu sih… kalo saya beranggapan, baru dasar aja. [bukan begitu Mas Endi ??]
Kalo saya sih, programmer itu juga musti ngerti bisnis,leadership, dan bermacam-macam soft skill seperti leadership,communication skill dsb. dsb., supaya nggak selamanya jadi ‘kuli’.
Tapi, semuanya itu proses. Perlu waktu untuk belajar, belajar, dan belajar.
Dan sekarang sih… sudah bukan jamannya lagi pakai kacamata kuda. Artinya, satu bidang itu terkait dengan bidang yang lain. Jangan lupa, IT tidak sama dengan programming aja. Programming hanya bagian kecil dari IT. IT terkait dengan manusia juga. Pemahaman mengenai psikologi (kaitannya dengan User Interface), dan bisnis juga diperlukan.
Percuma kan, kalo buat program nggak bisa ‘dijual’ ???
By nico on Mar 20, 2007 | Reply
wah, pak, terimakasih telah membuka mata saya
still a long way to go, mada mada da ne…
By irfani on Apr 21, 2007 | Reply
pak, saya sanggup melahap smua kriteria diatas yang bapak inginkannnn,,, secaraaa IPK saya juga
tapi kenapa fresh graduate harus jadi programmer,
knapa gak jadi entrepreneur,,, buat web2.0, buat game, dll jual ke luar negri….
nanti kalo saya sukses,, mau rekrut karyawan yg kreatif, tanpa perlu liat ijazah, penampilan,
By rusidi on Apr 24, 2007 | Reply
untuk pak Endy, thanks banget saranya
kalo gini kan sedikit ada bayangan,
apa modal setelah lulus..
Menurut saya, yang ditulis diatas wajar sekali
karena memang materi2 seperti itu diajarkan
dimata kuliah wajib jurusan IT/CS di Indonesia umumnya
bahkan jurusan lainpun kadang dapet materi seperti itu
karena sifatnya dasar..
Tetapi kadang terbentur dengan pengetahuan teknologinya,
karena teknologi di kampus dan di dunia nyata..
wuuuih..jauh bgt
jadi yah wajar jika hal2 seperti itu ada dalam materi wawancara…
yang ga wajar adalah pertanyaan berapa IPK yg anda punya ? (krn itu sudah ada di surat lamaran, jd ngapai ditanyain)
….terus pak Endy mau nanya, kalo nglamar jadi programer
setelah wawancara ada testnya ga? atau disuruh yg lain??
By Denny Chandra on May 1, 2007 | Reply
wah ternyata butuh waktu yang cukup lama lagi kalo mau kerja bareng mas endy. Tapi salut lah buat mas endy, bisa belajar programming mandiri.
By zulverdi on Jul 1, 2007 | Reply
Good Posting. Terima Kasih jadi tambah ilmu.
By eksa on Jul 4, 2007 | Reply
dari punyaku sendiri : http://retinaprojects.com/eksa/?p=62
Berawal dari perbedaan programmer otodidak dan lulusan informatika saya jadi teringat kampus saya dulu, yang topiknya selalu berulang-ulang setiap ada mahasiswa baru. Beberapa pertanyaan yang sering sekali muncul :
Banyak sekali dan sebagian besar berputar-putar di sana. Berbicara tentang kualitas lulusan (sarjana) di bidang informatika ini, atau muncul fenomena yang ujungnya berkaitan dengan kesiapan lulusan perguruan tinggi untuk bisa langsung bekerja. Gap!.
Saya sendiri mungkin selama 4-5 tahun kuliah S1 masih belum menemukan jawabnya dan bertanya-tanya. Bagaimana tidak, IT ternyata sangat mudah dipelajari oleh orang-orang yang tidak “makan perguruan tinggi”, itu anggapan saya dulu. Beda dengan bidang kedokteran atau arsitektur. Kok saya tidak pernah mendengar ada dokter atau arsitek yang berasal dari lulusan ekonomi atau pertanian ya ?
Seiring waktu saya memperoleh beberapa hal sbb.
Mispersepsi goal dari pendidikan tinggi level sarjana (S1-S3) . Ini yang kadang tidak disadari. Sepemahaman saya, jenjang S1 (ke atas) memang dirancang untuk pendidikan dengan framework akademik, sehingga di sana banyak diberikan pemahaman akan teori atau konsep berpikir. Memang ada beberapa yang dipadukan dengan keterampilan praktis, tapi itu sifatnya hanya pendukung saja. Satu kompetensi yang harus ada pada seorang sarjana adalah melakukan penelitian dan pengembangan keilmuan. Dalam konteks ilmu komputer/informatika, inilah alasan kenapa kuliah-kuliah “matematika diskrit”, “teori komputasi”, dll juga menjadi prioritas.
Sebagai komplemen diciptakanlah program yang sifatnya lebih praktis/keterampilan, seperti program diploma ataupun profesi. Kendati demikian, program ini juga tetap menekankan pada conceptual framework. Banyak orang yang mengasosiasikan program diploma sebagai “lower level” dari program sarjana, padahal sebetulnya tidak. Ada program D4 (sarjana terapan) yang sepemahaman saya ini selevel dengan S1. CMIIW.
Munculnya program-program profesi bisa menjadi “jembatan” sementara dari gap ini, Yang sudah lama ada misalnya profesi dokter, apoteker dan notaris. Baru-baru ini muncul program profesi akuntan atau bahkan insinyur untuk sarjana teknik. Demikian pula program profesi dalam bentuk sertifikasi keahlian (CISA, MCP, PMP, CCNA, dkk).
Kemudian pasti akan ada pertanyaan “kalau gitu, kenapa harus ada S1, bukannya kita kuliah supaya cepat bekerja?”.
Menurut saya ini kurang tepat. Alur berpikirnya terbalik. Bukan kita kuliah supaya bisa dapat kerja, tapi seharusnya pekerjaan (industri/bisnis)-lah yang membutuhkan orang-orang berkualifikasi S1. Lalu mengapa di Indonesia kenyataannya seperti ini ? karena industri di Indonesia masih terfokus pada produksi, tidak riset/perancangan. Seorang sarjana ilmu komputer, seharusnya masuk ke industri sebagai periset atau perancang sistem/solusi, bukannya tenaga programmer apalagi technical support IMO.
Jika anda hanya ingin cepat mahir menguasai teknik pemrograman Java, melakukan instalasi LAN atau cepat menguasai router CISCO sehingga bisa segera bekerja, kenapa harus kuliah S1 selama 5 tahun (apalagi biaya S1 sekarang mahal) ? Anda cukup memahami sedikit saja konsep pemrograman serta jaringan (otodidak saja) dan ikut program keterampilan/sertifikasi di lembaga-lembaga yang jumlahnya menjamur, dan perbanyak latihan. Itu saja!. Saya sendiri pernah menjadi programmer Delphi ya dengan otodidak. Tapi saat ini, ketika saya mulai bekerja di level perancangan atau bahkan manajemen, barulah buku-buku Software Engineering-nya Pressman yang diajarkan dulu mulai dibuka lagi.
Dengan bahasa lain apakah saya bisa mengatakan bahwa industri di Indonesia sebagian besar masih membutuhkan kualifikasi praktisi/profesi ketimbang seorang sarjana ?
Yang kedua, pertanyaan-pertanyaan tadi muncul karena mungkin mispersepsi tentang dunia komputer itu sendiri.
Satu hal lain yang memang menjadi keunggulan sekaligus tantangan orang IT adalah bahwa perkembangan IT ini sangat pesat sehingga hal-hal yang bersifat skills memang harus selalu ditingkatkan dengan cepat. Dengan dukungan conceptual framework yang matang, logikanya orang yang punya latar belakang akademis IT akan lebih cepat menyesuaikan. Akan tetapi bagaimanapun, pada era informasi ini : knowledge is power, siapa yang lebih cepat dan banyak menguasai pengetahuan/informasi, dia akan memenangkan persaingan.
By Derry Fauzi on Jul 27, 2007 | Reply
hmmh, kadang di berapa perusahaan orang yang sedang mencari bawahan, tidak mau mencari orang yang kepintarannya melebihi atasan. karena dia takut tersaingi oleh bawahannya. “Yang penting bisa n nurut kalo dikasih tau” –> parah bro…
By Nav Online on Aug 13, 2007 | Reply
informasi yang menarik, Trims.
By chielicious on Aug 16, 2007 | Reply
Wah dapet tips nieh heheh
Btw saya juga programmer tapi kayaknya gak begitu cocok klo harus pure programming , suka macet otaknya
Makasi ya info nya ^^
By Erwin M Saputra on Aug 24, 2007 | Reply
Yep “skill buat belajar” itu yang paling penting…
soalnya kalo menurutku jaman sekarang
mau bisa “programming” tinggal baca buku beres…
tapi without “fundamental” kerasa beda siy…
And yep… waktu SMP dulu yang ngetren itu Pascal, BASIC, ma C..and now… ada Ruby, Python, C# ma JAVA… entah apa besok ><
nice information ^^
By Billy on Sep 24, 2007 | Reply
Hmm…programmer pada dasarnya adalah tingkatan terendah di dunia IT. It’s okay kalau emang mau berada di low level terus, itulah yg harus dikuasai. Tapi IT sekarang sudah berkembang sangat pesat, kita tidak bicara lagi coding and coding. Sudah ada aplikasi seperti SAP, Siebel CRM, JDEdwards, dsb yang lebih butuh pemahaman business process ketimbang coding. Semua aplikasi tersebut sudah punya pre-build application. Tidak diperlukan coding lagi. Jadi, kalau yang tidak mau jadi programmer selamanya, penguasaan Business Process, EAI, EII, ERP, SOA, Business Intelligence akan lebih menarik dan punya nilai jual yang lebih tinggi. Jadi buat yang masih aja taunya VB, SQL, C++, Java, HTML,CSS…say good bye deh. IT sudah lebih maju drpd itu sekarang. Bagaimana dgn Business Intelligence, Data Warehouse, berapa banyak dr IT guys yang menguasai? Padahal, sekarang ini justru issuenya yang menarik adalah Business Intelligence, bagaimana management bisa memantau perkembangan business. Pengetahuan IT yang tidak didukung dengan pengetahuan business adalah nol besar. Anda hanya akan membuat aplikasi yang tidak bisa digunakan oleh user anda. Jadi, jangan cuma jago teknikal saja, aspek business knowledge pun sangat penting. Bukankah IT hadir untuk mempermudah bisnis? Demikian pendapat dan komentar saya.
By Bithedz on Oct 8, 2007 | Reply
Kaga Setuju Gw ama pendapat diatas, iya ane freshgraduate, mungkin kurang pengalaman… tapi dah hampir 40x interview ga ada satupun model pertanyaan di interview kerja IT yang nanya tentang Bener2 IT. kek yang di contohkan diatas. Jadi yang salah sapa? yang “mo” kerja apa yg “nge” interview.
By alien on Nov 10, 2007 | Reply
gue malah lebih cenderung membagi sebuah techno company menjadi dua bagian. manajemen dan penelitian. Klo emang lho pengen berkecimpung dibagian penelitian, maka syarat diatas yang jumlahnya bejibun wajib lho kuasai. tapi jika lho yang lulusan teknik, pngen terjun di menajemen perusahaannya, maka syarat2 diatas tidak harus lho kuasain semua. cukup yang dasar dan umumnya, tapi sebagai gantinya lho harus memiliki pengetauan bisnis yang mumpuni. Ingat manajemen dan penelitian dalam techno company adalah bagaikan jiwa dan raga yang gak bisa dipisahkan. Maju terus dunia IT indonesia
By Nina on Jan 5, 2008 | Reply
Oooh.. pantesan aja dari sekian kandidat programmer Java yang dikasih, yang bisa lolos technical interview ama Endy sedikiiittttt banget..
He he he.. but thanks anyway udah luangin waktu untuk bantuin untuk technical interview Ndy
By T. Budiman on Feb 6, 2008 | Reply
Mengapa tidak dipersyaratkan juga hal-hal yang terkait dengan software engineering? Maksudnya proses, metodologi, analisa dan desain.
Walaupun posisinya programmer, tetap saja dia harus paham desain. Walau belum bisa mendesain dengan baik, toh harus bisa membaca dokumen desain?
Demikian juga konsep-konsep seperti object-oriented, event-driven programming, dll.
By rgesit on Feb 7, 2008 | Reply
Great !!!
By gundul on Feb 13, 2008 | Reply
gaji berapa ya bisa itu semua ?
By Wiratama on Feb 14, 2008 | Reply
10
Bagus! saya jadi tau mengapa saya 4x interview di berbagai tempat setelah lulus agustus kemaren(tanpa test coding) ditolak mulu, beberapa pertannyaan om endy memang terlontar dari mulut sang interviewer, dan saya menjawab sekenannya yang ada di otak saya.
Saya memang tidak mau kalo jadi programmer melulu, coding melulu, tapi paling tidak, untuk tahap awal setelah kuliah ini saya akan berperan sebagai programmer dulu.
Dan mungkin dengan cara men-judge orang dengan tidak tahu tentang pengetahuan2 yang om endy klasifikasikan itu, bukan berarti sang job seeker itu gak tau sama sekali, tapi mereka pasti beranjak akan tau! hanya perlu melalui beberapa proses, betul!
kira2 begitu
By nandiaRatta on Feb 16, 2008 | Reply
Trims buat infonya, pak Endy.
Pertanyaan : diantara 7 syarat yang diajukan , kok ga ada yang spesifik terkait dengan algoritma ya ?!
Bukankah setelah syntax, seorang programmer akan langsung berhadapan dengan algoritma? Atau seorang programmer tidak perlu membuat algoritma ?
By Peter on Feb 19, 2008 | Reply
@billy
Gini deh, anggap saja saya pengusaha mebel. Saya mempunyai x tripleks ukuran 5 x 5 meter, y tripleks ukuran 7 x 4 meter dan z tripleks ukuran 6 x 4 meter.
Dari sejumlah tripleks tersebut saya ingin membuat papan dengan ukuran 3 x 3 meter sebanyak p buah, q papan ukuran 2 x 4 meter, dan r papan ukuran 2 x 1 meter.
Problem-nya, saya ingin agar hasil sisa pemotongan tripleks-nya seminimum mungkin. Kalau sisa-nya banyak, saya kan rugi. Anggap saja sisa dengan ukuran 1 meter atau kurang merupakan waste yg harus dibuang.
Saya minta dibuatin program yang bisa menentukan pattern pemotongannya sehingga hasil-nya seminimum mungkin.
Bisa gak billy, buat-nya pakai SAP atau Siebel atau whatever?
Ini problem bisnis nyata lho. Client saya dulu pernah ada yg minta dibuatin program kayak gitu. Dia sudah survei ke belasan software house tp gak ada yg berani bikin. Cuma tempat saya saja yg berani. Kayaknya programmer indo memang lemah atau menganggap remeh pemrograman ya?
By andrew on Mar 5, 2008 | Reply
skill itu lahir seiring dg datangnya requirement pak..jd kenapa sy harus menjelaskan public-key cryptography-nya ssh, atau menuliskan konsep komunikasi smtp lengkap dg conversation c: dan s:-nya..atow jangan2 sy juga harus terangin juga 7 layer OSI..waduh busyet dah..mau tes kerja atow mau UAS sih nih..
menurut sy, LEARNING SKILL itulah yg paling penting..setujukan pak?..lalu bagaimana cara mengetahui kemampuan belajar seseorang hanya dengan satu kali wawancara kerja..gmana yah..hemm??? ah ngga tau sy, itu bagian pak endy yg tukangnya nge-interview..
dengan background pendidikan pak endy, sy yakin ilmu it pak endy sekarang ini didapat dari pengalaman/jam terbang..jadi jangan terlalu mengharapkan swiss army knife programer yg fresh graduate atow bahkan “yang (ngakunya) experienced “..
so..kasih kami(programer) problem, seiring berjalannya waktu kami akan belajar..klo pak endy setuju dgn paragraf yg terakhir ini..maka sy adalah orang(programer) pertama yg akan ngasih cv sy ke pak endy..GIMANA PAK??
By endy on Mar 6, 2008 | Reply
@Andrew
Agree, learning skill itu penting.
Tapi sebagai lulusan jurusan informatika, semua materi di atas sudah diajarkan di perkuliahan.
Saya masih bisa memaklumi kalau kandidatnya lulusan (misalnya) farmasi atau pertanian.
Jadi kalau lulusan informatika tidak menguasai, ya berarti kuliahnya tidak serius, dan minatnya kurang di bidang pemrograman.
Tanpa Andrew memberi CV ke saya pun, sudah banyak CV yang harus saya sortir.
Perlu dipahami bahwa sekarang kompetisi makin sulit. Kita dengan mudah mencari project pemrograman dari luar negeri melalui scriptlance dan sejenisnya.
Bukan tidak mungkin orang luar mencari project di sini tanpa perlu berdomisili di Indonesia.
Kalau masih mau memanjakan diri sendiri, silahkan.
By Wendy on Mar 11, 2008 | Reply
hem, mas endy bener juga…
apalagi mas adityoananta…
harus punya berbagai skill… KALO G MAU JADI KULI….
bener kok,,, bener banget,,,
Ya emang saya siy menilai diri masih hanya sebagai programmer kuli…
tapi, harus bisa berubah….
saya siy, ngeper deh interview sama mas endy…
belom siap dah
By programer_biasa on Mar 17, 2008 | Reply
kalau speknya seperti yg bapak sebutkan di atas, alangkah sulitnya jadi programer. menurut saya itu semua berlebihan, bagaimana dengan spesialisasi ? kan ada tuh programer yg spesiali buat aplikasi networking, belum tentu graphics programming jago. ada yg spesialisasi buat software akunting, tapi networking gak tau apa2. menurut saya itu ok2 saja. programer yg spesialisasi biasanya lebih jago di bidangnya, benar2 menguasai, ketimbang orang belajar semuanya atau segalanya tanpa arah.
Satu lagi: “Satu lagi, trend bahasa pemrograman adalah, tiap sepuluh tahun, market leader berganti. Dulu COBOL, kemudian C++, sekarang Java”
ini fakta darimana yaa ? boleh tau referensinya ? Menurut anda Java itu sekarang lebih populer ketimbang bahasa lain ? untuk membuktikan sederhana aja, brp persen software yg ada di laptop atau desktop anda yg dibuat dengan Java dibanding dengan bahasa lainnya ? Coba deh cek software2 yg umum ada di desktop semua orang dibawah ini dibuat pakai apa:
WinZip, Winamp, PowerDVD, Mozilla Firefox, Internet Explorer, UltraEdit, MS Office, Yahoo Messenger, ACDSee, AVG, Norton Antivirus, Dreamweaver, Photoshop, 3DS Max, apa pakai Java ???
By Stavol on Mar 19, 2008 | Reply
Ini ngomong apaan yak??? kayak nggak ada yang laen aja dibahas.Thanks
By Widya Perwira on Apr 10, 2008 | Reply
@programmer_biasa
Ukuran berat atau tidaknya menjadi seorang programmer adalah relative untuk setiap orang.
Menurut saya berat atau tidaknya tergantung pada kemauan dan ketekunan seseorang, jadi jangan memberi pendapat yang subjektif yaitu terhadap diri anda sendiri.
Dan lagi pula anda bertanya seolah scope JAVA adalah hanya pada applikasi desktop, gak salah tuh??
[quote]Coba deh cek software2 yg umum ada di desktop semua orang dibawah ini dibuat pakai apa:
WinZip, Winamp, PowerDVD, Mozilla Firefox, Internet Explorer, UltraEdit, MS Office, Yahoo Messenger, ACDSee, AVG, Norton Antivirus, Dreamweaver, Photoshop, 3DS Max, apa pakai Java ???[/quote]
Bagaimana dengan scope Perusahaan? Enterprise?
By acil on Apr 13, 2008 | Reply
halo bozz,
kalo boleh tau n ngasih saran,
bagaimana sih seharusnya seorang programer itu
aku ingin bgt bisa buat berbagai program yang berguna, tapi apa saya sudah terlambat untuk belajar menjadi seorang programer, soale aku cuma lulusan SMA dan itupun sudah 6 tahun yang lalu
By ndra on Apr 17, 2008 | Reply
wahh…berat juga ya jadi programmer.. tp klo mau dapat perfect seperti ntu mah ya susah lah.. apalagi klo yang masih baru2 kluar kuliah..masih bisa belajar lah, yang penting ada semangat dan kemauan untuk belajar lebih maju.. klo syaratnya idealis sperti ntu mah guwa ngeper ahhh… ogah jadi programmer.. mending gw jadi pengusaha dan bisa mempekerjakan programmer yang punya skill dan kemampuan biasa tp punya semangat yang tinggi untuk maju..
By ifnu on Apr 18, 2008 | Reply
@ndra
Menjadi apapun itu berat loh, :D, jadi kuli apalagi, beratnya minta ampun. Jadi sales juga berat, suka makan ati kalau ketemu sama client
Jadi pengusaha yang gaji programmer lebih berat lagi. Misalnya nih km punya 3 karyawan aja, plus kamu sendiri, total payroll + jamsostek sekitar 15 juta, ini harus dibayarin tepat waktu, nggak bisa ditawar2 lagi, kalau udah tanggal 22 trus lu ga punya duit segitu, gimana ? bisa dimaki-maki karyawan. Dan menurut gw yang nggaji dan yang digaji itu beratan yang nggaji, well ga percaya? coba aja ndiri
gw selalu bilang sama orang2, “kalau mau memacu adrenalin ga perlu jauh2 ke bali ikutan bunggee jumping, cukup bikin aja startup trus ngurusin cashflownya, efek bungee jumping cuma beberapa puluh menit, kalau cashflow bisa berhari-hari”
(programmer yang jadi sales dan nggaji programmer :D)
By boogieHD on Jun 12, 2008 | Reply
mnurut gw berat g nya jadi programmer tergantung mindset nya.awalnya emang berat bwt gw cuz mindset gw masi sempit. slm 4 taun kuliah gw cm knal VB n Visual c++. g lebih. trus gara2 TA gw dituntut harus bisa kuasai bbrp bhs program n editor. utk TA gw aja butuh 3 kali ganti platform. so skr pengetahuan gw nambah cuz uda lumayan kuasai ASP. NET 2 n ASP .NET AJAX. bukannya sombong sie, tp cm mo crita aja. skr i feel lucky cuz gw uda BELAJAR bhs program lain yg MEMBUKA mindset gw.
so faktor mindset mrpkan faktor utama. ntar gw mw belajar lbh byk lagi bhs n platform baru ahhh… targetnya sie PHP with AJAX under Linux hehehehe. klo perlu JSP juga ^_^
peace
By boogieHD on Jun 16, 2008 | Reply
@endy
harusnya di judul, kata “programmer” diganti jadi ‘DEVELOPER’. cuz klo programmer mindset nya ya itu2 aja alias klo cucok ma 1 bhs program ya ampe mati g bkl brubah kecuali terpaksa. beda ma developer, yg hrs ikuti perkembangan cuz kerjaannya “developing”, g cuma “programming”.
peace
By Haryanto on Jun 20, 2008 | Reply
Teman-Teman…,
Saya mau menginformasikan utk semua
bahwa persh tmp saya bekerja membutuhkan beberapa programmer sebagai berikut:
Posisi : J2EE Training Program (Kode : Bootcamp)
1.Pendidikan D3 / S1 Dari jurusan Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Teknik Elektro, dan Matematika, Fisika, and related background (Fresh Graduate are welcome to apply)
2.IPK Minimal 2.75
3.Umur tidak lebih dari 25 Tahun
4.Menguasai Konsep Relational Database Management System (RDMS)
5.Menguasai salah satu bahasa programming dengan baik ( PHP, VB, C, C++)
6.Mempunyai kemauan belajar yang kuat
7.Mempunyai interpersonal skill yang baik
8.Bersedia mengikuti ikatan dinas selama 1 tahun
JAVA PROGRAMMER (Kode : Java)
Kualifikasi :
- Lulusan D3 / S1 Teknik Informatika, Ilmu komputer, or related background
- IPK min. 2,75 (skala 4)
- Pengalaman minimal 1 tahun menggunakan pemrograman J2EE
- Menguasai RDBMS, seperti Oracle, Sql Server, dan MySQL
- Menguasai J2EE, EJB, Struts, Websphere
- Menguasai struts, hibernate
- Menguasai XML
Posisi : PHP Programmer (Kode : PHP)
Lulusan S1 Teknik Informatika/SI, universitas terkemuka
Kualifikasi :
- Mengerti dan menguasai konsep Object Oriented Programming
- Menguasai salah satu framework PHP (mis: Prado,Symfony,CakePHP, dll).
- Javascript, mengerti Ajax (nilai tambah)
- Bisa setting Apache
Posisi : Vb 6.0 Programmer (Kode : Vb 6.0)
- Bachelor degree in IT, Computer Science, or related
- 1 years experience in IT industry
- Expert in Programming (VB.6), Database (MS SQL 2000)
- Oriented result,good attitude, Team oriented
- Willing to work under pressure (Tough environment).
.NET PROGRAMMER (Kode:Net)
Kualifikasi:
- D3/SI Teknik Informatika, Elektro, Computer Scrience, atau Industrial Engineering
- IPK min. 2,75 (skala 4)
- Mengerti Visual Basic 6 / Visual Basic.NET/ASP/ASP.NET
- Memahami SQL/MsSQL
Posisi : C#.Net
- Minimum bachelor degree in Computer Science from a reputable university
- Has 1 years of experiences
- .NET Framework 1.1, 2.0, 3.0
- Visual Studio 2003,2005,2008
- Webservice, SOAP,ADO
- AJAX
- Major database Oracle, SQL Server 2005, Reporting Services
Posisi : DBA Oracle (Kode : DBA)
- S1 Teknik Informatika, Ilmu Komputer, or related
- IPK min 2.75
- Mapping data, Performance Tunning, Backup & Recovery, Package
- Bisa Form Report (khusus Oracle [optional])
- Object Package (khusus Oracle)
PL/SQL Programmer (Kode : PL/SQL)
Qualification should be match as:
- Diploma or Bachelor Degree ( S1 ) Majoring Information Technology from well known University.
- Min 1 year experience in PL/SQL
- Has experience / familiar with RDBMS such as ORACLE, Sql Server and My Sql
- Min GPA 2,75 score
- Hard worker, good analytical, orientation to detail and ability to handle project with tight deadline, and eager to learn with minimum supervision.
- Have good communication and interpersonal skill
- Has experience in banking and financial systems or finance industrial
- Good communication In English
LOTUS NOTE (Kode : Lotus Note)
Qualification should be match as:
- Diploma or Bachelor Degree ( S1 ) Majoring Information Technology from well known University.
- Min 1 year experience in Lotus Note
- Min GPA 2,75 score
- Hard worker, good analytical, orientation to detail and ability to handle project with tight deadline, and eager to learn with minimum supervision.
- Have good communication and interpersonal skill
- Has experience in banking and financial systems or finance industrial
- Good communication In English
Posisi : RPG Programmer
- Candidate must possess at least a Associate Degree, Bachelor’s Degree in Engineering (Computer/Telecommunication), Mathematics, Computer Science/Information Technology, Science & Technology or equivalent.
- At least 1 year(s) of working experience in the related field is required for this position.
- Familiar with OS/400, DB2/400, Control Language Commands, Query/400
- Familiar with RPG/400 and RPG ILE
Posisi : Technical Writer
- DIII/ S1 Jurusan Teknik Informatika, Sistem Informasi
- Pengalaman sebagai Technical Writer min. 1 tahun
- Pengalaman sebagai QA Tester
- Menguasai konsep database seperti Oracle, PL SQL
- Menguasai Ms. Office, Ms Visio, Ms. Project
- Mengerti konsep OOP
- Menguasai Output, Spesifikasi disain, Spesifikasi functional, User Manual, Petunjuk installasi, Dokumentasi requirement, Petunjuk pemecahan masalah, Tutorial, User Interface Test Report
Posisi : Technical Support (Kode : TS)
- D3/S1 Teknik Informatika, Ilmu komputer, Manajemen Informatika, Sistem Informasi
- Pengalaman sebagai technical support min. 1 tahun
- Memiliki pengetahuan networking
- Menguasai Linux
- TCP/IP, DHCP
- Troubleshoot
- Menguasai Operating System Environtment
Posisi : System Administrator (Kode : Sys Adm)
- DIII/S1 Teknik Informatika, Ilmu Komputer dari universitas terkemuka
- Pengalaman minimal 3 tahun
- Menguasai Linux, PHP, MySQL
- Memiliki pengetahuan yang mendalam tentang Networking
- TCP/IP, DHCP
- Troubleshoot
- Mengerti Operating System Environment
- Bersedia ditempatkan di wilayah Jakarta Utara & seluruh wilayah Indonesia
Posisi : Power Builder (Kode : PB)
- Diploma / Bachelor Degree in IT or related
- Experience min. 3 years
- Excellent in database oracle
- Excellent in Sybase Power Builder
*Kepada calon kandidat yg memenuhi kualifikasi dan untuk informasi lebih lanjut ttg perusahaan dan job desc dapat menghubungi saya
Haryanto Halim, S.Kom.
021-999-2971-0.
agar dapat diproses secara langsung.
Makasih…
Nb : tidak ada batas waktu, tp lebih cepat lebih baik =)
By slam on Jul 8, 2008 | Reply
ehmm ini dari dulu yang aku pertanyakan. Perlukah kita mempelajari hal lain untuk jadi programmer yang tetap exist
By Observato on Jul 25, 2008 | Reply
Wah jangan sulit-sulit bos kriterianya. Kalau buat saya yg penting otak encer imajinasi kuat kemauan keras. Ngajari SVN (using) kan cuma sehari juga bisa. Kalau kriteria sesusah itu sekalian cari programmer yg bisa install Bugzilla di linux ha ha ha.
By dye on Jul 29, 2008 | Reply
“Pengetahuan wajib buat programmer” saya kira tidak tepat. akan Tepat bila “programmer” diganti menjadi “IT DEVELOPER” karena programmer adalah bagian terkecil dalam proses DEVELOPER sebuah sistem IT
By mbuh_ra_dong on Aug 1, 2008 | Reply
Emang mau nggaji brp om?
By dev01.ls-w!env on Aug 1, 2008 | Reply
Programmer professional perlu tahu semua syarat dalam artikel ini, dan memang syarat2 dalam artikel ini tidak terlalu berlebihan…. Walaupun gitu, tujuannya bukan berarti gaji 1 programmer untuk ngerjain berbagai bidang2 di atas
Malangnya para pekerja IT junior di Indonesia, setiap inci ruangan dan setiap detik waktu dipakai untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya…
By cangcuters on Aug 26, 2008 | Reply
hm..
By cipLuk on Aug 26, 2008 | Reply
Duaaaar…
Pecah deh balon angan2 gw bisa jd programer